Pemerintah Kota Mataram akan menggelar bursa kerja tatap muka pada 9–10 Desember 2026, menandai berakhirnya kevakuman serupa selama enam tahun terakhir. Acara ini melibatkan 36 perusahaan yang siap menyediakan sekitar 360 lowongan kerja dan terbuka bagi masyarakat dari wilayah sekitar serta pekerja yang ingin beralih karier.
MATARAM, ntb.saatini.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Nusa Tenggara Barat, resmi mengumumkan bakal menggelar bursa kerja atau job fair secara langsung (offline) pada 9–10 Desember 2026.
Perhelatan ini menjadi angin segar bagi para pencari kerja mengingat agenda bursa kerja tatap muka di ibu kota NTB ini sempat vakum selama enam tahun terakhir.
Kepastian perhelatan tersebut dimatangkan dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram, Putra Ekantara, di Kantor Wali Kota Mataram, Kamis.
Dalam pertemuan yang dihadiri perwakilan 56 perusahaan tersebut, sebanyak 36 perusahaan telah menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi dan membuka lowongan kerja.
"Alhamdulillah, respons para pengusaha ikut serta dalam kegiatan bursa kerja tersebut cukup baik. Dari 56 yang hadir, 36 perusahaan menyatakan siap ikut," ujar Sekda Lalu Alwan Basri.
Sekda menegaskan bahwa Kota Mataram merupakan pusat magnet ekonomi yang menjadi tujuan utama pencari kerja. Oleh karena itu, job fair ini tidak dibatasi hanya untuk warga lokal Mataram saja, melainkan terbuka lebar bagi masyarakat dari kabupaten/kota tetangga.
Menariknya, kualifikasi peserta juga tidak cuma menyasar masyarakat yang belum memiliki pekerjaan, tetapi juga menjadi wadah bagi para pekerja aktif yang ingin mencari peluang karier baru dengan tingkat pendapatan yang lebih baik (career switcher).
"Karena itu, kegiatan bursa kerja itu tidak hanya untuk yang belum punya kerja, tetapi juga yang ingin meningkatkan pendapatan," kata Alwan.
Kepala Disnaker Kota Mataram, Putra Ekantara, mengungkapkan bahwa partisipasi 36 perusahaan ini sudah melampaui target awal instansinya yang semula mematok 30 perusahaan.
"Jika satu perusahaan membuka 10 lowongan kerja, maka sekitar 360 lowongan kerja akan tersedia dalam bursa kerja tersebut," terang Putra.
Mengenai mekanisme, Disnaker mengusung konsep hybrid (gabungan daring dan luring):
Hari Pertama (Daring): Pencari kerja mendaftar dan mengunggah berkas persyaratan secara online.
Hari Kedua (Luring): Tahapan seleksi lanjutan yang dilakukan secara tatap muka, termasuk proses wawancara (interview) langsung dengan manajemen perusahaan.
Langkah ini diharapkan menjadi solusi konkret untuk menekan tingkat pengangguran di Kota Mataram yang saat ini tercatat masih berada di angka 11.000 jiwa (sekitar 40 persen dari angkatan kerja).
"Target kami, ratusan lowongan kerja tersebut bisa terisi oleh warga Kota Mataram agar dapat mengurangi angka pengangguran," pungkasnya.