SUMBAWA, ntb.saatini.com - Pelaksanaan bursa kerja atau job fair di Kabupaten Sumbawa mendapat sorotan tajam dari kepala daerah.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, menegaskan bahwa perhelatan pencarian kerja tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial tahunan belaka, melainkan harus berorientasi pada hasil nyata berupa penyerapan tenaga kerja.
Pasalnya, angka pengangguran terbuka di wilayah tersebut saat ini masih berada di kisaran 2,7 persen dari total keseluruhan penduduk.
"Pengangguran kita berada di angka 2,7 persen dari total penduduk Sumbawa. Pelaksanaan job fair harus dipastikan mampu menyerap tenaga kerja tidak hanya datang dan mengisi meja yang telah disiapkan pemerintah," tegas Jarot, Rabu (28/10).
Jembatani Pencari Kerja Lewat 282 Lowongan
Ajang job fair ini dirancang sebagai komitmen konkret pemerintah daerah dalam memperluas akses kesempatan kerja sekaligus mempertemukan langsung para pencari kerja dengan dunia industri. Tercatat sebanyak 19 perusahaan berpartisipasi dengan menyediakan total 282 lowongan pekerjaan dari berbagai bidang usaha.
Selain membuka peluang kerja seluas-luasnya, kegiatan ini juga dirangkai untuk memperkuat ekosistem usaha lokal melalui pelibatan UMKM serta mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) di Sumbawa.
Bupati Jarot menyoroti pentingnya keterbukaan informasi. Selama ini, sebagian perusahaan kerap mengumumkan lowongan secara tertutup di lingkup internal saja. Melalui fasilitasi pemerintah, rekrutmen dituntut agar lebih transparan dan adil bagi seluruh masyarakat.
Dorong Digitalisasi & Sinergi Kompetensi
Di era modern saat ini, Bupati mendorong pemanfaatan teknologi digital secara masif. Informasi lowongan kerja diminta untuk disebarluaskan lewat platform digital, media sosial, hingga grup percakapan agar masyarakat yang berhalangan hadir secara langsung tetap mendapat kesempatan yang sama.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penyediaan tenaga kerja terampil melalui lembaga seperti Balai Latihan Kerja (BLK) harus berjalan seirama dengan ketersediaan lapangan kerja riil di sektor swasta maupun UMKM.
Dunia usaha masa kini tidak hanya membutuhkan keahlian teknis, tetapi juga integritas, kejujuran, dan kemampuan adaptasi teknologi.
"Kita tidak ingin hanya menyiapkan tenaga kerja yang terampil, tetapi tidak ada kesempatan kerja. Sebaliknya, perusahaan dan UMKM yang berkembang juga membutuhkan tenaga kerja yang siap menghadapi perubahan zaman," imbuhnya.
Ratusan Pencari Kerja Serbu Pembuatan Kartu Kuning
Sementara itu, Kepala Disnakertrans Kabupaten Sumbawa, H. Khaeruddin, melaporkan bahwa antusiasme masyarakat menyambut job fair ini tergolong sangat tinggi.
Hal tersebut tercatat dari membludaknya jumlah pencari kerja yang mengurus pembuatan kartu kuning (AK/I) hingga mencapai 556 orang sebagai persiapan melamar kerja.
Meski memfasilitasi pertemuan antara pelamar dan perusahaan, pihak Disnakertrans menegaskan bahwa kewenangan seleksi, kualifikasi, serta penetapan standar tetap berada di tangan masing-masing perusahaan sesuai kebutuhan internal mereka.
Tinggalkan Komentar