MATARAM, ntb.saatini.com - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, mengusulkan agar Markas Besar TNI memberikan kuota atau porsi khusus bagi para alumni pondok pesantren dalam penerimaan prajurit baru. Usulan ini dilayangkan seiring berjalannya rencana rekrutmen besar-besaran untuk mengisi penambahan satuan baru di tubuh TNI.

Iqbal menilai para santri memiliki modal sosial dan moral yang sangat kuat untuk dibina menjadi prajurit TNI. Pendidikan di lingkungan pesantren dianggap tidak hanya menggembleng ilmu keagamaan, tetapi juga membentuk kedisiplinan, ketahanan mental, serta akhlakul karimah.

"Ke depan TNI akan membutuhkan banyak personel baru, baik untuk pengisian Kodam maupun Batalyon Teritorial Pembangunan. Saya berharap momentum ini juga membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak kita yang merupakan lulusan pondok pesantren," ujar Iqbal saat menghadiri doa bersama peresmian Kodam XXX/Rinambora di Mataram, Sabtu (7/11/2026).

Peluang Emas 

TNI memang dijadwalkan bakal menjaring ribuan personel baru guna memenuhi pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan (Batalyon TP) yang diproyeksikan hadir di setiap kabupaten. Selain itu, pemenuhan prajurit juga dibutuhkan untuk menyokong keberadaan enam Komando Daerah Militer (Kodam) baru, salah satunya Kodam XXX/Rinambora.

Melihat besarnya potensi ribuan pesantren di wilayah NTB, Gubernur meyakini bahwa pondok pesantren merupakan kawah candradimuka terbaik dalam menyuplai calon perwira maupun bintara/tamtama yang berintegritas.

  • Modal Utama Prajurit: Pembentukan karakter, integritas, serta komitmen pengabdian kepada negara.
  • Tetap Lewat Seleksi Resmi: Usulan kuota khusus ini dipastikan tetap tunduk pada pemenuhan seluruh persyaratan kelayakan fisik dan standar seleksi militer yang berlaku.

"NTB ini punya banyak pesantren dan ribuan santri yang memiliki semangat pengabdian. Kita ingin mereka punya kesempatan mengabdi melalui TNI, tentu dengan tetap memenuhi seluruh persyaratan dan standar seleksi," tegasnya.

Pangdam XXX/Rinambora Sambut Positif Inisiatif Pemda NTB

Panglima Kodam (Pangdam) XXX/Rinambora, Mayjen TNI Edi Saputra, menyambut hangat gagasan yang disampaikan oleh Gubernur NTB. Menurut Edi, pembentukan karakter serta benteng moral merupakan elemen krusial yang dicari dalam setiap proses penerimaan abdi negara.

Pihaknya sependapat bahwa ketangkasan fisik dan penguasaan taktik militer harus berjalan beriringan dengan nilai-nilai spiritual dan kejujuran.

"Saya menyambut baik apa yang disampaikan Pak Gubernur. Pada akhirnya, yang paling kita butuhkan dari seorang prajurit bukan hanya kemampuan fisik dan keterampilan militernya, tetapi juga karakter dan akhlaknya. Prajurit adalah abdi negara yang harus memiliki integritas dan tanggung jawab," pungkas Mayjen TNI Edi Saputra.